Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Fakultas Biologi Universitas Medan Area (UMA) menggelar seminar dan pelatihan tentang amfibi dan reptil atau disebut herpetofauna.
Acara itu berlangsung di kampus UMA dan kawasan Hutan Bumi Perkemahan Pramuka Desa Sibolangit, Deliserdang itu dibuka Dekan Fakultas Biologi UMA, Dra Sartini, M.Sc.
Kegiatan itu untuk memperingati Hari Biodiversitas (World Biodiversity Day), pada 22 Mei 2015.
Dekan Fakultas Biologi UMA, Dra Sartini, M.Sc didamping Kabag Humas Ir Asmah Indrawati MP Senin (25/5) mengatakan. kegiatan itu menghadirkan narasumber, Mistar Kamsi dan Akhmad Junaidi Siregar dan diikuti mahasiswa, pemerhati lingkungan hidup, dan para dosen.
Hari Biodiversitas Dunia lanjut Sartini dinilai sangat penting bagi Indonesia, karena daerah ini merupakan negara yang memiliki lokasi paling strategis di dunia untuk hal biodiversitas
“Wilayah Indonesia merupakan surga bagi kehidupan biota hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme,” katanya .
Dia berharap, melalui dua kegiatan tersebut mahasiswa banyak mendapat pengetahuan tentang amfibi dan reptil.
Dijelaskannya, tujuan umum digelarnya World Biodiversity Day adalah untuk mengenalkan dan mengkampanyekan arti penting dan strategis peranan Biodiversitas di Indonesia.
Data
Mistar Kamsi dalam meterinya mengungkapkan, data amfibi dan reptil di Sumatera.”Ada 110 jenis reptil, sedangkan amfibi 151 jenis,” sebutnya.
Dia mengatakan seharusnya, lembaga otoritas daerah memiliki data terkini terkait kekayaan herpetofauna. di Sumatera Utara. Namun, kenyataanya, hampir 80 persen mereka tidak memiliki data kekayaan herpetofauna. “Perlu segera dilakukan penelitian, agar diketahui berapa jumlah herpetofauna di daerah ini,” saran ahli amfibi dan reptil itu.
Sementara itu Akhmad Junaidi Siregar banyak berbicara tentang pentingnya publikasi dari media cetak dan elektronik tentang herpetofauna.
Selain itu, ia mengajak semua pihak berperan memberikan gagasan dan ide terkait konservasi amfibi dan reptil.
Ketua Panit, Riadul Zannah mengatakan mahasiswa harus mengenal dan tahu, sehingga mampu mengindentifkasi jenis jenis amfibi dan reptil di Sumut khususnya dan Indonesia umumnya. “Mudah-mudahan setelah acara ini, semua pihak, terutama mahasiswa sudah dapat mengindentifikasi serta menambah ilmu mereka tentang biodiversitas,” harap Riadul