Secara konvensional, bau pabrik air limbah diukur menggunakan olfactometry dinamis, di mana panel insan mengendus serta menganalisis kantong udara yang dikumpulkan dari pabrik. Meskipun metode ini telah disebut sebagai standar emas, prosesnya mahal, lambat serta jarang terjadi, yang tidak memungkinkan operator untuk dengan cepat menanggapi duduk perkara atau menentukan akar bau busuk. “saya tinggal 2 kilometer (1,2 mil) dari pabrik pengolahan air limbah, serta asal ketika ke waktu, Anda bahkan tidak bisa membuka jendela sebab baunya sangat menyengat,” kata penulis senior Santiago Marco dari Institute for Bioengineering of Catalonia.
untuk memantau emisi bau pabrik air limbah dengan lebih baik, Marco serta timnya merancang e-nose portabel buat supervisi waktu konkret dan visualisasi data menggunakan bantuan kecerdasan sintesis (AI). Tim mengumpulkan kantong udara dari tanaman dan melatih hidung elektronik buat mengendus bahan kimia tajam seperti hidrogen sulfida, amonia serta sulfur dioksida, yg masing-masing berbau mirip telur busuk, urin, dan korek api yg terbakar. E-nose jua dilengkapi menggunakan sensor karbon dioksida, indikator aktivitas bakteri. pada pengaturan laboratorium, e-nose bekerja hampir sama baiknya menggunakan hidung manusia.
Para peneliti kemudian memasang e-nose seberat 1,tiga kilogram (dua,9 pon) ke drone serta mengirimkannya ke langit pada pabrik pengolahan air limbah menengah pada selatan Spanyol antara Januari serta Juni. Melayang di atas fasilitas yang tidak sama di pabrik, “drone penciuman” mengisap udara melalui tabung 10 meter (33 kaki) dan menganalisis udara di ruang sensor.
“yang rumit dengan pengukuran bau ialah persepsi insan, serta tidak terdefinisi dengan baik,” kata rekan penulis Maria Deseada Esclapez dari Mediterranean Water Purification, sebuah perusahaan layanan air limbah serta sanitasi. “Kami tidak hanya mencoba buat mengukur komponen eksklusif atau individu dari emisi, namun pula buat memprediksi intensitas bau yang dirasakan oleh insan.”
Hasilnya membagikan bahwa e-nose pada drone layak buat pemantauan bau air limbah. saat menganalisis sampel udara yang sama dalam uji lapangan, 10 berasal 13 pengukuran dari e-nose selaras dengan evaluasi panel insan. Dibantu sang mobilitas drone dan prosedur pemecahan AI, tim jua memetakan konsentrasi bau temporal dan spasial, serta buat pertama kalinya, memprediksi intensitas aroma asal pengukuran drone.
Tim berencana untuk mencukur beberapa berat ekstra berasal e-nose dan mengembangkan proses standar untuk metode ini. Mereka jua berencana buat lebih mengoptimalkan perangkat terhadap impak berasal suhu, kelembaban serta kondisi lingkungan lainnya yang dapat menghipnotis akurasi.
“Pekerjaan itu mungkin jua berimplikasi di fasilitas lain mirip daerah pembuangan sampah, pabrik pengomposan, atau bahkan peternakan besar dengan sapi serta babi yang pula diketahui membuat seluruh jenis bau tidak sedap,” istilah Marco. “Kami sangat ingin melihat apa dampak pekerjaan ini terhadap industri,” tambah Esclapez.