Fakultas Biologi  Universitas Medan Area (UMA) melatih guru Sekolah Me­nengah Atas (SMA) se-Kota Medan membuat yoghurt, selai dari kulit pisang. Selain itu juga di­latih mengolah lim­bah kulit durian menjadi ka­pas.

“Pelatihan tersebut digelar di Convention Hall Kampus I UMA, dab dibuka secara resmi Rektor UMA di­wakili Wakil Rektor Bidang Kemaha­sis­wa­an, Ir H Zulheri Noer MP,” ungkap Kabag Hu­mas UMA, Ir Asmah Indrawati MP ke­pada “Analisa” di ruang kerjannya, belum lama ini.

Dijelaskannya, pelatihan bio­tek­nologi itu, 50 guru SMA dibim­bing langsung De­kan Biologi UMA, Dr Mufti Sudibyo M.Si bersama Wakil Dekan Bidang Kema­ha­siswaan, Abdul Karim SSi, MSi, Dosen Rahmiati SSi, MSi dan Mahasiswi Biologi Purwati.

Dekan Biologi UMA Mufti Sudibyo, pada pela­tihan itu mengatakan, pela­tihan biotek­no­logi bagi guru SMA ini diharapkan  nan­ti­nya dapat mentransfer ke­terampilannya ke­pada para siswanya.  Dengan demikian, para sis­wa di Sumut bisa kreatif dan berinovasi.

Pemahaman

Pihaknya, kata Dr Sudibyo mengajarkan pe­mahaman tentang uji organoleptik, yak­ni cara pengujian dengan me­ng­gunakan indera ma­nu­sia se­bagai alat utama untuk peng­uku­ran daya pene­rimaan terhadap produk.

Untuk angkatan pertama tersebut, pe­latihan baru diikuti para guru di Kota Medan. Un­tuk angkatan selanjutnya, pelatihan bio­tek­­nologi ini diikuti para guru dari daerah lain­nya di Sumut.

Pada pelatihan itu,ungkap Asmah, Dosen Rahmiati mengajarkan satu persatu proses pembuatan yoghurt.

Menurut Rahmiati, alat yang diperlukan un­tuk mem­buat yoghurt tidak sulit, yakni pan­ci, pengaduk, kompor, wa­dah yoghur se­perti cup plastik atau botol kaca, dan lemari pen­dingin.

Sedangkan bahan yang digunakan adalah kultur mur­ni bakteri “L bulgaricus” dan “S thermophilus”, susu sapi, gula pasir dan sari buah yang diperlukan.

Rahmiati langsung mem­praktikkan cara mem­buat yoghurt yang baik dan rasa­nya enak. Yoghurt yang baru diolah langsung di­cicipi oleh para guru.

Sedangkan mahasiswi BiologiUMA, Purwati mem­praktikkan langsung cara mem­buat selai dari kulit pi­sang, dan juga kiat mengolah kulit pisang menjadi keru­puk.

Sebelumnya, lanjut As­mah, Wakil Dekan Bi­dang Ke­ma­ha­siswaan, Abdul Karim meng­ungkap kiat dan trik mengolah limbah k­ulit durian menjadi kapas.

Menurutnya, kulit durian yang biasanya selalu di­buang, sesungguhnya bisa di­olah menjadi bahan peng­ganti kapas. Puluhan guru, juga  menyaksikan video cara mengolah ku­lit durian men­jadi kapas.